Logo Logo

Waspada, 12 Kandungan Skincare Berbahaya Bikin Kulit Rusak!

Klaim "putih seketika" memang menggiurkan. Namun, bisa jadi ada kandungan skincare berbahaya pada produk itu lho. Klik di sini untuk tahu info lengkapnya!

Dalam memilih skincare, Teman Senka perlu teliti memerhatikan kandungan di dalamnya nih. Pasalnya, beberapa produk mengandung zat kimia yang tidak boleh digunakan secara terus-menerus karena mampu merusak kesehatan kulit. Nah, supaya nggak salah pilih, berikut kandungan skincare berbahaya yang perlu Teman Senka waspadai. Baca sampai habis, ya!

Kandungan Skincare Berbahaya

1. Phthalates

Terdapat pada produk perawatan kulit, Phthalates yang bekerja sebagai plasticizer atau pelembut plastik ini jarang dicantumkan dalam label produk, Teman Senka. Soalnya, kandungan ini sering dijadikan wewangian pada produk. Phthalates ini berbahaya dan dapat menimbulkan risiko kesehatan lho! So, sebelum membeli produk, pastikan dulu tidak ada jenis kandungan skincare berbahaya yang satu ini supaya risiko gangguan hormon endokrin dan permasalahan lainnya dapat diminimalisir.

2. Toluene

Dikenal sebagai metilbenzena, toluene yang merupakan bahan kimia ini digunakan sebagai zat pelarut pada produk perawatan kulit. Padahal, toluene ini telah dilarang peredarannya karena dapat merusak sistem saraf, otak, dan janin apabila terhirup. Makanya, sebisa mungkin hindari produk dengan kandungan skincare berbahaya, seperti toluene ya agar kesehatan kulit dan tubuh tetap terjaga.

3. Phenoxyethanol

European Union lewat Regulasi Eropa Nomor 1223/2009 menyatakan, penggunaan phenoxyethanol pada produk skincare dan kosmetik masih diperbolehkan, asalkan konsentrasinya tidak melebihi 1%. Jika melewati batas aman, zat kimia ini dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan alergi pada kulit.

4. BHT

Butylated Hydroxytoluene (BHT) dapat ditemukan pada pelembap dan kosmetik. Sebab, kandungan skincare ini berperan sebagai antioksidan sintesis yang menjaga produk agar kedap udara. Namun, sayangnya, kandungan ini dapat membahayakan organ hati apabila tertelan atau digunakan dalam jangka waktu lama, Teman Senka. Oleh sebab itu, pilihlah produk skincare yang tidak mengandung BHT agar fungsi utama hati berfungsi dengan normal. 

5. Triclosan

Selain terdapat pada skincare, kandungan triclosan kerap ditemukan pada sabun dan pasta gigi. Hal ini karena zat kimia ini memiliki sifat antibakteri yang dapat membunuh bakteri penyebab infeksi. Meskipun mampu mencegah peradangan, triclosan berpotensi menimbulkan efek negatif karena membuat bakteri lebih kebal dan sulit mati jika digunakan dalam konsentrasi tinggi. Oleh karenanya, penggunaan triclosan tidak disarankan untuk dipakai dalam produk perawatan kulit sehari-hari. 

6. Alumunium

Memiliki efek seperti estrogen dalam sistem tubuh manusia, alumunium dapat mengganggu fungsi sistem endokrin (kelenjar yang memproduksi hormon) yang sehat dan membuatnya menjadi tidak seimbang. Biasanya, kandungan skincare berbahaya ini ditemukan pada skincare yang berfungsi mengurangi produksi keringat, contohnya deodoran antiperspirant

7. Merkuri

Kerap ditambahkan pada kosmetik, seperti bedak, eye shadow, dan powder, merkuri juga diklaim sebagai bahan pemutih kulit yang instan. Kenyataannya, merkuri masuk dalam daftar kandungan skincare berbahaya bagi kulit dikarenakan dapat menyebabkan purging dan breakout, kerusakan otak, saraf, ginjal, hingga gangguan fungsi paru jika terserap berlebihan ke dalam tubuh. 

8. Oxybenzone

Sunscreen atau tabir surya yang berada di pasaran terbagi jadi dua jenis, yakni menggunakan filter kimiawi dan mineral. Penggunaan sunscreen dengan Oxybenzone ternyata masuk dalam daftar kandungan yang patut diwaspadai menurut Food and Drugs Administration (FDA), lho. Hal ini karena Oxybenzone memberikan reaksi kimia pada kulit saat terpapar sinar matahari, sehingga kinerja hormon endokrin terhambat dan memicu alergi kulit. 

Untuk itu, saat memilih sunscreen, khususnya kamu pemilik kulit sensitif, sebaiknya hindari kandungan skincare berbahaya yang satu ini ya, Teman Senka. Supaya tidak ada reaksi alergi kulit yang timbul saat produk digunakan. 

9. Formaldehyde

Kandungan skincare berbahaya selanjutnya adalah Formaldehyde. Pada produk kosmetik dan skincare, Formaldehyde sendiri digunakan sebagai bahan pengawet. Namun, sayangnya, kandungan ini ternyata bersifat toksik karena gampang terhirup dan mudah menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan. Untuk itu, ada baiknya hindari formaldehyde beserta turunannya, seperti quaternium-15, DMDM hydantoin, dan imidazolidinyl urea ya, Teman Senka. 

10. Talc

Teman Senka, penggunaan talc yang mampu menghaluskan kulit pada bedak tabur sebenarnya aman digunakan. Namun, perlu diingat juga bahwa talc dapat terkontaminasi mineral dan bersifat karsinogen (senyawa penyebab kanker), sehingga potensi terpapar gangguan paru-paru pun jadi lebih besar. 

11. Mineral Oil

Sering dimasukan dalam kandungan skincare, seperti krim dan lotion, mineral oil ini mampu melapisi kulit dan membuat tampilan jadi flawless. Emang sih pas dipakai jadi bagus, cuma kalau dibiarkan, lama-kelamaan akan membahayakan kulit karena dapat menyumbat pori-pori wajah dan mengganggu kemampuan kulit dalam menghilangkan racun.

12. Benzalkonium Klorida

Kalau kamu sadar, mungkin pernah menemukan atau membaca kandungan ini juga ada pada produk pembersih rumah tangga. Namun, tak jarang kandungan ini sering kali digunakan sebagai bahan pengawet dan surfaktan pada produk skincare, seperti pelembap dan sunscreen, Teman Senka. 

Walau tergolong aman digunakan, sebuah penelitian menghubungkan antara potensi iritasi dengan reaksi alergi pada kulit, mata, dan pernafasan. Hal ini dikarenakan Benzalkonium Klorida memiliki sifat antimikroba yang apabila digunakan jangka panjang, dapat memicu resistensi bakteri di permukaan kulit. 

Itu dia 12 kandungan skincare berbahaya yang berpotensi membuat kulitmu iritasi, Teman Senka. Supaya lebih aman, ada baiknya kamu menggunakan skincare yang telah terdaftar oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), seperti Senka Indonesia